Beri aku waktu untuk sendiri. Aku tak mau seorangpun melihat air mata jatuh dari mataku. Beri aku ruang untuk menghela napas. Aku tak mau satupun orang menyaksikan sesak di dadaku. Biarkan aku sendiri. Jangan tanya kenapa aku terluka, suaramu hanya akan terdengar seperti kalimat kasihan yang membuatku semakin bersedih.

Iklan

Menerima semua kebencian

Menerima semua kebencian. Dalam hidup kita tidak bisa meminta semua orang untuk menyukai kita, pasti dari sekian banyak manusia, ada yang menaruh benci yang beralasan ataupun tanpa alasan sama sekali. Inilah hidup, tidak semua skenario yang kita buat berhasil diperankan. Karena skenario kita tidak berlaku dihadapan Tuhan. Sebaik apapun kita pasti selalu saja ada alasan... Continue Reading →

Persahabatan dan Cinta

Hari ini aku pergi ke kampus bersama Hammad dan Aufa. Jika banyak mahasiswa pergi ke kampus dengan kendaraannya masing-masing, berbeda dengan kami, kami lebih memilih untuk jalan kaki. Lebih tepatnya terpaksa jalan kaki karena kami tidak punya kendaraan. Hehe Akhir-akhir ini cuaca susah kali ditebak, hujan bisa saja turun kapan saja, sepertinya hujan terlalu rindu... Continue Reading →

Lasmi dan Kenangannya

Satu bulan setelah robohnya panti, aku tidak pernah lagi melihat Lasmi, setelah kejadian itu, Lasmi seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi. Sepertinya hujan telah menghapus jejaknya. Aku menceritakan semua peristiwa ini ke Hammad dan Aufa. Mungkin mereka bisa membantuku mencari Lasmi. "Kenapa baru sekarang kamu ceritakan semua ini Rama? Aufa... Continue Reading →

Debu

Hari ini tidak ada tanda kalau hujan akan turun. Minggu yang cerah, taman kota pagi ini dipenuhi anak muda yang sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang sedang lari pagi, ada yang kencan dengan kekasihnya dan banyak aktivitas lainnya. Pagi ini aku sudah sampai di taman kota, sesuai janjiku dengan Lasmi kalau kita akan pergi ke panti... Continue Reading →

Tahun Perbahan

Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Hujan saja butuh proses apalagi hidup. Tahun ini adalah tahun keduaku duduk di bangku perkuliahan dengan jurusan Bimbingan dan Konseling. Tahun ini aku namakan Tahun Perubahan. Di tahun ini semesta telah membuatku melakukan percakapan... Continue Reading →

Ledakan Kecil

Ketika aku memasuki kamar aku mendapati Hammad dan Aufa sedang asyik membaca buku, sehingga mereka tidak sadar aku sudah berada di belakangnya. Alangkah terkejutnya aku ketika aku mengetahui bahwa buku yang mereka baca adalah buku diaryku. "Apa-apaan kalian, seenaknya membaca Diaryku tanpa izin terlebih dahulu", aku merebut buku itu dari tangan Hammad. "Aku tidak suka... Continue Reading →

Empati

Hari ini aku malas membicarakan tentang hujan, Hammad dan Aufa telah mencuri kebersamaanku bersama hujan. Semenjak aku mulai membuka diri urusan mereka juga menjadi urusanku. Masa laluku tersimpan bersama semakin akrabnya kami bertiga, mereka seperti tidak mau tahu dengan apa yang terjadi di masa laluku, akupun begitu kalau bukan mereka yang membuka cerita akupun tidak... Continue Reading →

Aufa

Semenjak kisah Hammad terkuak bersama rintiknya hujan, hujan tak lagi turun, hujan seolah-olah mengerti akan kesedihan Hammad, Hujan menyadari bahwa tak semua orang mencintai dirinya. Hammad boleh saja membenci hujan, tapi kehidupan ini harus terus berlanjut, mungkin saja ada orang lain yang sangat rindu pada hujan yang turun. Hujan siap dibenci berkali-kali. Beginilah hidup tidak... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑